Kamis, 19 Maret 2009

7th Sky - Hanya Untuk Cinta

Bila segalanya telah terucapkan
Akan ku satukan cinta kita
Dalam satu ikatan suci
Untuk selamanya

Bila segalanya telah terwujudkan
Akan ku bangun kuil cinta kita
Sebagai bukti cintaku padamu
Yang suci untuk selamanya

Telah menjadi mimpiku
Hidup bersamamu
Menjalin rasa antara kita
Hanya untuk cinta

Ku serahkan semua yang ku miliki
Hingga saat yang terakhir
Yang terakhir

7th Sky - Hanya Untuk Cinta

Jumat, 13 Maret 2009










resensi novel angkatan ' 66

IDENTITAS NOVEL
Judul : Pada sebuah Kapal
Karangan : NH. Dini
Cetakan : Kedua, Tahun 1988
Tebal : 350 halaman


A. Sinopsis novel “Pada Sebuah Kapal”

Sri dilahirkan dari keluarga sederhana yang sangat menyenangi seni. Ayahnya adalah seorang pelukis. Sejak kecil, dia dimasukkan ke sekolah tari. Sri adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Mereka hidup dengan rukun di sebuah desa kecil yang terdapat di Semarang.
Saat umurnya tiga belas tahun, ayahnya meninggal dan setelah selesai sekolah menengah atas, Sri bekerja sebagai penyiar radio yang terdapat di kotanya.selama tiga tahun menjadi penyiar radio, ia mulai merasa jenuh dengan pekerjaannya. Sri mencoba mengikuti pendidikan pramugari yang ada di kota tersebut dan akhirnya mendapat kesempatan untuk diuji di Jakarta. Tapi sayang, ia tidak lulus menjadi pramugari disebabkan adanya penyakit yang terdapat di dalam paru – parunya. Setelah berobat, Sri harus istirahat selama tiga bulan dan ia memilih sebuah desa di Salatiga untuk menyembuhkan penyakitnya.
Setelah sembuh, Sri mencoba untuk hidup di Jakarta walaupun tidak menjadi pramugari. Ia yakin dengan bakat yang dimilikinya ia dapat hidup di Jakarta. Ia tinggal di rumah pamannya yang sebelumnya ditempati oleh kakaknya, Sutopo yang telah lebih dulu ke Jakarta. Kini Sutopo telah mempunyai rumah di Jakarta.
Di Jakarta ia bekerja sebagai penyiar radio dan penari untuk acara – acara istana. Di gedung latihan itu, Sri menyukai seorang laki – laki. Namanya Basir. Tapi perasaannya bertepuk sebelah tangan. Di sisi lain, Yus sangat mencintainya dan ingin menikah dengannya. Tapi Sri tidak begitu menyukai Yus, karena komunis. Selain itu ada Narti, teman kecil Sri waktu sekolah dasar yang sekarang menjadi pramugari. Narti sering main ke rumah paman Sri untuk mengunjunginya. Narti memperkenalkan kedua teman yang bekerja di angkatan udara kepada Sri, mereka bernama Saputro dan Mokar.
Pertemanan Sri dan Suparto awalnya biasa – biasa saja. Seperti biasanya, sikap Saputro sangat lembut dan perhatian. Dari sikapnya itu, Sri mulai jatuh hati dengan sosok Saputro. Kedekatan antara Sri dengan Saputro semakin dekat setelah mereka bertemu di acara Malam Kesenian Kongres Pemuda se-Asia. Dari pertemuan itulah, keduanya yakin kalau mereka saling mencintai. Saputro memiliki jadwal penerbangan yang tidak menentu sehingga kedatangannya tidak dapat diperkirakan oleh Sri. Setelah Saputro selesai mengikuti pendidikan di Cekoslovakia, mereka memutuskan untuk tunangan dan segera menikah. Setelah kembali dari Cekoslovakia, Saputro menemui Sri dan memberikan sebuah cincin sebagai tanda pengikat diantara mereka. Malam itu pun mereka habiskan bersama.
Seperti biasanya Saputro harus melakukan penerbangan dengan jadwal yang tidak dapat dipastikan. Walaupun jarak yang jauh, mereka telah menyiapkan segala sesuatu untuk pernikahan. Tapi kebahagiaan yang sebentar lagi akan diraih oleh Sri harus bergantikan air mata, karena Saputro tewas saat penerbangan dari Bandung menuju Jakarta karena cuaca yang buruk.
Kabar ini sangat melukai hati Sri. Dia seperti tidak memiliki semangat hidup, dan dia memutuskan untuk menenangkan diri. Dalam kesedihannya, Carl selalu menghibur Sri. Carl adalah teman Sutopo yang sebenarnya dia juga mencintai Sri. Namun ada satu hal yang tidak disukai Sri dari Carl, dia terlalu sombong dengan kekayaan yang dimiliki olehnya walaupun sikapnya baik terhadap Sri.
Sepuluh bulan setelah wafatnya Sutopo, Sri memutuskan akan menikah dengan Charles yang berkebangsaan Perancis. Charles adalah seorang diplomat yang sangat tertarik dengan kebudayaan. Keputusannya untuk menikah dengan Charles ditentang oleh keluarga, terutama Sutopo. Kakaknya itu tidak setuju kalau Sri menikah dengan Charles. Sutopo yakin Sri tidak akan bahagia menikah dengan Charles karena Sri belum begitu mengenal Charles. Namun Sri tidak peduli dengan nasehat keluarga. Ia tetap menikah dengan Charles dan kewarganegaraannya menjadi Perancis. Setelah menikah, mereka bermukim di Kobe, Jepang. Kehidupan rumah tangga Sri tidak bahagia, Charles yang pada awalnya baik, perhatian sebelum menikah, kini berubah menjadi seorang yang pemarah, pelit, dan suka membentak – bentak. Sri yang sejak awal tidak mencintai Charles, menjadi semakin benci karena sikap yang ditunjukan Charles. Dari Charles, Sri melahirkan seorang anak perempuan.
Pada kesempatan liburan, Charles mengajak anak dan istrinya untuk melakukan perjalanan ke beberapa Negara. Setelah dari Indonesia, mereka berangkat ke Saigon. Di sana Charles Menyuruh kepada istrinya untuk melakukan perjalanan dengan kapal. Sementara dirinya akan mengunjungi beberapa Negara yang akan dikunjunginya. Sri tidak keberatan melakukan perjalanan dengan kapal berdua dengan anaknya yang masih berumur dua tahun. Karena dia tidak pernah mengharapkan suaminya yang pemarah itu. Hanya kewajibanlah yang mengikat Sri untuk setia terhadap suaminya.
Perjalanan dari Saigon menuju Marseille membutuhkan waktu yang lumayan lama, sekitar tiga bulan. Di kapal itulah Sri bertemu dengan Michel, seorang komandan kapal yang juga kecewa dengan istrinya. Sejak pertama melihatnya, Sri sudah tertarik karena sikapnya dan pada beberapa kesempatan, mereka bertemu. hubungan antara Sri dengan Michel semakin dekat setelah acara pesta dansa. Sejak itu mereka sering bertemu dan cinta pun tumbuh diantara mereka berdua. Awalnya Sri berpikir untuk selalu setia terhadap suaminya yang tidak pernah dicintainya, tapi Sri juga berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Dia sangat mencintai Michel, dan Michel pun demikian. Sosok Michel mengingatkan Sri pada cintanya yang telah hilang. Selama perjalanan itulah dia menemukan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah dirasakan olehnya.
Setelah sampai di Marseille, Charles sudah menunggunya dan Sri pun harus berpisah dengan kekasihnya Michel. Setelah pekerjaan suaminya selesai, mereka kembali ke Kobe. Kehidupan Sri berjalan seperti biasanya. Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya Michel mengabarkanakan lewat telegram bahwa dia akan ke Yokohama. Sri sangat gembira mendengar kabar ini. Akhirnya Michel dan Sri bertemu, mereka saling mencintai dan pada kesempatan – kesempatan yang jarang itu mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Sri dan Michel menyadari akan keterikatan mereka terhadap pernikahan yang mereka jalani dengan pasangan masing – masing. Namun keadaan itu tidak menghalangi cinta keduanya. Sri sadar akan kehidupan Michel, dan dia akan selalu mencintai Michel.




B. Unsur Intrinsik novel “Pada Sebuah Kapal”

1. Tema
Perselingkuhan yang disebabkan oleh ketidakharmonisan dalam rumah tangga dan ketegaran dalam menghadapi semua masalah yang dihadapi dalam hidup.
2. Latar atau Setting
a. Semarang
b. Jakarta
c. Kobe, Jepang
d. Kapal
e. Perancis
f. Yokohama
3. Alur atau Plot
a. Tahapan Permulaan
Sri dibesarkan dalam keluarga yang kental dengan darah seniman. Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Seperti kakak – kakaknya, dia dimasukkan ke sekolah tari oleh ayahnya. Saat umurnya tiga belas tahun, ayahnya meninggal. Setelah selesai dari sekolah menengah atas, Sri bekerja sebagai penyiar radio yang ada di kotanya, Semarang. Tiga tahun menjadi penyiar radio, Sri mulai merasa jenuh. Dia mencoba mengikuti pendidikan pramugari dan akhirnya mendapat kesempatan untuk diuji di Jakarta. Sri mengikuti berbagai macam tes. Hasil tes dapat diketahui beberapa bulan kemudian. Berdasarkan hasil tes yang diterima, Sri mengidap penyakit paru – paru, sehingga dia tidak diterima menjadi pramugari. Sri melakukan pengobatan dan istirahat total dari pekerjaannya selama dua bulan. Dia memilih tinggal di Salatiga untuk menyembuhkan lubang yang terdapat di paru – parunya. Setelah sembuh, Sri memutuskan pergi ke Jakarta. Dia tinggal di rumah pamannya yang dulu ditempati Sutopo, kakaknya yang telah lebih dulu ke Jakarta. Sekarang Sutopo memiliki rumah sendiri di Jakarta.
b. Tahapan Pertikaian
Selain bekerja sebagai penyiar radio, Sri menjadi penari untuk menari di istana pada perayaan – perayaan tertentu. Rekan – rekan kerjanya, sebagian tidak menyukai Sri, namun Sri tetap sopan terhadap mereka dan bersabar menghadapi semuanya. Di Jakarta, Sri bertemu dengan teman kecilnya waktu sekolah dasar, namanya Narti. Sekarang Narti bekerja sebagai pramugari. Dia sering menemui Sri untuk sekedar makan atau nonton film. Dari Narti, Sri mengenal Mokar dan Saputro yang merupakan pilot angkatan udara. Selain itu, Carl seorang warga negara asing, kawan Sutopo, dan Charles yang berkebangsaan Perancis yang sangat tertarik dengan kebudayaan. Setelah beberapa lama tinggal di Jakarta, Ibu Sri meninggal.
c. Tahapan Perumitan
Sri bertemu lagi dengan Saputro pada Malam Kesenian Pemuda se- Asia. Pada saat itu Sri merasakan ada yang berbeda dalam dirinya, begitu melihat sikap Saputro yang seperti mencintanya. Padahal sebelum – sebelumnya mereka sering pergi bersama tapi bersama Narti dan Mokar. Sejak malam itu, keduanya semakin dekat dan menjalin kasih. Setelah merasa cukup, mereka memutuskan akan tunangan dan segera menikah setelah Saputro selesai mengikuti pendidikan di Cekoslovakia. Namun impian yang telah dirancang itu harus terkubur dalam – dalam, karena Saputro tewas saat penerbangan Bandung – Jakarta. Hati Sri hancur mendengar kabar buruk itu, Sri tenggelam dalam kesedihan. Di saat yang sulit – sulit itu, Carl selalu menghibur Sri, karena dari awal dia juga sudah menyukai Sri. Namun Sri menolak cinta Carl. Setelah sepuluh bulan kematian tunangannya, Sri memutuskan untuk menikah dengan Charles. Walaupun sebenarnya, dia idak mencintai Charles. Keputusan Sri untuk menikah dengan Charles tidak disetujui oleh keluarga, terutama kakaknya. Sutopo yakin kalau adiknya tidak akan bahagia jika menikah dengan Charles, karena Sri belum terlalu mengenal Charles dengan baik. Namun Sri keras kepala, Dia tetap menikah dengan Charles
d. Tahapan Puncak ( klimaks)
Setelah menikah dengan Charles, kewarganegaraan Sri berubah menjadi Perancis mengikuti suaminya. Mereka menetap di Kobe-Japang. Pernikahan Sri dengan Charles tidak bahagia, walaupun Charles selalu bilang mencintainya. Setelah menikah, sikap Charles berubah. Charles tidak lagi seperti yang dikenal Sri sebelum menikah. Sekarang Charles suka marah – marah dan membentak Sri. Sikap ini membuat Sri semakin membenci Charles. Dari Charles, Sri melahirkan anak perempuan. Saat umur anaknya dua tahun, Charles mengajak istrinya berkunjung ke beberapa Negara. Setelah satu bulan berada di Indonesia, mereka terbang ke Saigon. Disana Charles meminta istri dan anaknya untuk melakukan perjalanan dengan kapal, sedangkan dirinya akan mengunjungi Negara – Negara yang ingin dikunjunginya.di kapal itulah Sri menemukan kebahagiaan yang selama ini telah hilang.
Dalam perjalanan dari Saigon menuju Marseille, Sri bertemu dengan seorang komandan kapal bernama Michel Dubanton. Sikap yang ditunjukkannya membuat Sri jatuh hati pada komandan tersebut. Dalam beberapa kesempatan, mereka bertemu dan mulai mengenal satu sama lain. Sri yang tidak bahagia dengan pernikahannya dengan Charles, dan Michel yang kecewa dengan istrinya Nicole, mencoba mencari kebahagiaan di luar pernikahannya. Perjalanan dari Saigon menuju Marseille merupakan hal ang sangat membahagiakan bagi Sri, walaupun dia tahu menghianati suaminya merupakan suatu kesalahan, tapi dia tidak menyesalinya.
e. Tahapan Peleraian
Setelah perjalanan berakhir, Sri dan Michel harus berpisah. Sri sangat sedih, dia menangis karena perpisahan mengingatkan dirinya akan seseorang yang telah meninggalkannya. Setelah urusan suaminya selesai, mereka kembali ke Kobe. Kehidupan Sri kembali seperti semula rumah tangganya dilalui dengan pertengkaran – pertengkaran. Sampai – sampai Sri memutuskan meminta cerai kepada suaminya dengan alasan sudah tidak mencintainya lagi. Tapi Charles menolak dengan alasan anak. Setelah beberapa lama tidak bertemu, Michel mengabarkan akan ke Yokohama dan kesempatan itu tidak disia – siakan oleh mereka.
f. Tahapan Akhir
Sri menyadari bahwa dia dan Michel terikat oleh pasangan masing – masing. Apalagi Michel adalah seorang pelaut ang sering jauh darikeluarga, di pasti sering bertemu dengan perempuan – perempuan dari berbagai negara yang mungkin saja menarik hatinya. Walaupun Michel harus mengkhianati cintanya, tapi Sri akan selalu mencintai Michel.
4. Sudut Pandang
Orang pertama. Karena dalam cerita, pengarang bertindak sebagai tokoh utama.
5. Penokohan
a. Sri : penuh semangat, tegar, keras kepala, sabar.
b. Michel : sabar, penyayang.
c. Saputro : sabar, penyayang.
d. Charles : pemarah, pelit, egois.
e. Sutopo : perhatian, suka menasehati.
f. Carl : baik hati, sedikit sombong.
6. Gaya Penulisan
Novel “Pada Sebuah Kapal” tidak jauh berbeda dengan novel – novel karya NH. Dini yang lainnya. Namun novel ini bukan merupakan kisah nyata yang dialami NH. Dini, walaupun menggunakan sudut pandang orang pertama dan seting tempat serta tokoh – tokoh yang diceritakan di dalam novel ini berkaitan dengan kehidupan NH. Dini. Dalam penulisannya, banyak terdapat gaya bahasa seperti personifikasi, hiperbola, dan simile.
7. Amanat
Manusia harus selalu sabar dalam menghdapi semua masalah kehidupan, harus mau menerima nasihat dari orang – orang terdekat, dan harus bertanggung jawab dengan langkah yang telah diambil.

Rabu, 11 Maret 2009

HULUBALANG RAJA

Hulubalang Raja adalah salah satu karya sastrawan angkatan 20-an atau angkatan Balai Pustaka. Roman ini hasil buah pena sastrawan produktif Nur Sutan Iskandar, yang diterbitkan oleh PN. Balai Pustaka 1934.

Tema cerita : Termasuk roman sejarah, perang segitiga antara raja serakah bersama kompeni melawan seorang raja yang membela kebenaran yang tanahnya tak dijajah.

Setting cerita : Daerah Minangkabau dan Aceh. Tepatnya daerah Kota Hulu dan Kota Hilir.

Tokoh-tokohnya :
1. Sutan Ali Akbar atau Raja Adil, adalah seorang anak raja di Hulu yang bijak, jujur, baik, dan berani yang memimpin perjuangan rakyat melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh Raja Hilir atau Sutan Muhammad Syah beserta kompeni.
2. Sutan Muhammad Syah adalah seorang raja di Hilir yang serakah, yang suka bekerja sama dengan kompeni.
3. Ambun Suri adalah seorang putri raja kota Hulu yang diperistri oleh Sutan Muhammad Syah. Dia merupakan adik kandung Ali Akbar.
4. Sutan Malakewi adalah seorang pemuda yang awalnya mempunyai moral yang tak baik, yaitu suka menyabung ayam dan mempoya-poyakan harta orang tuanya. Dia diusir oleh orang tuanya dan bekerja sama dengan kompeni dan raja kota Hilir. Tapi kemudian dia menjadi oarng baik yang melawan ketidakadilan. Dialah Hulubalang Raja.
5. Putri Rubiah adalah istri seorang kaya kecil, yang merupakan orang tua angkat Sutan Malakewi yang menjalin hubungan dagang dengan kompeni.
6. Sarayawa adalah putri Rubiah atau orang kaya kecil, yang merupakan pacar Sutan Malakewi.
7. Groenewegen adalah pimpinan kompeni di daerah Pauh yang kemudian meninggal.
8. Gruys adalah pimpinan kompeni daerah Pauh yang menggantikan Groenewegen. Gruys ini seorang pemimpin yang tak becus.
9. Verspreet adalah pimpinan kompeni pengganti Gruys.
10. Andam Dewi adalah adik Sutan Malakewi yang diculik oleh orang-orang Raja Adil, yang kemudian jadi istri Sutan Ali Akbar atau Raja Adil.
11. Putri Kemala Sari adalah istri Sutan Muhammad Syah yang pencemburu, yang mencelakakan Putri Ambun Suri.
12. Raja Hulu adalah ayah dari Sutan Ali Akbar atau Raja Adil yang bijak dan saying pada keluarga dan rakyatnya.
13. Putri Retno Gading adalah istri dari Raja Hulu yang baik, lembut dan penuh kasih sayang.
14. Selamat adalah seorang bujang yang melayani Sutan Ali Akbar atau Raja Adil yang baik dan patuh terhadap tuannya.
15. Pengetua Kampung adalah seorang abdi dikerajaan Hulu yang patuh terhadap rajanya.
16. Raja Lunang, Raja Air Haji, Raja Lakitan, Raja Batang Kapas adalah Raja-raja yang ikut sayembara memperebutkan Putri Ambun Suri, mereka bernyali kecil yang hingga akhirnya mereka kalah oleh Sutan Muhammad Syah.
17. Sultan Malafar Syah adalah ayah dari Sutan Muhammad Syah yang serakah dan bengis.
18. Kembang Manis adalah dayang Ambun Suri yang arif dan patuh pada tuannya.
19. Raja Maulana adalah mamanda Sutan Ali Akbar yang mendukung perjuangan Sutan Ali Akbar, ia menaruh dendam tak sudah kepada sultan tua karena harta bendanya dirampas baginda dengan tidak semena-mena.
20. Nahkoda Encik Marah adalah orang Tiku yang bekerja sama dengan kompeni dalam perdagangan. Tubuhnya tegap, kehitaman warna mukanya dan berkilat-kilat matanya.
21. Jurumudi Raja Gandam adalah nahkoda kapal Raja Maulana yang baik dan rajin.

Alur : Maju.Sudut pandang : Ke-IIIGaya penulisan : Menggunakan bahasa melayu atau Minangkabau. Dalam penulisannya masih terlihat menggunakan ejaan jaman dulu dan tanda baca yang belum sesuai dengan EYD. Percakapannya banyak menggunakan pantun berbalasan dan majas.

Amanat :
1. Kita harus menyayangi antar sesama anggota keluarga serta kita juga harus menjaga kehormatan dan nama baik keluarga. Kekompakkan keluarga adalah kekuatan yang tak terkalahkan.
2. Dalam mencari jodoh hendaknya jangan tergesa-gesa apalagi melalui sayembara karena jodoh itu ada ditangan Tuhan.
3. Apabila seorang suami ingin menikah lagi hendaknya berbicara dahulu dengan istri yang tua agar nantinya tidak timbul salah paham dan mengakibatkan petaka.
4. Dalam menghadapi masalah yang sangat sulit sekali pun hendaknya kita selalu berpikir dingin dan bertawakal terhadap Tuhan YME.
5. Seorang suami haruslah bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi dengan istrinya.
6. Jangan sampai kecintaan kita terhadap seseorang menimbulkan rasa cemburu yang berlebihan, itu hanya akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain.
7. Kita harus berani dan ikhlas dalam memerangi segala bentuk kebathilan dan kejahatan.6. Jangan sampai menghalalkan segala cara apalagi mengkhianati bangsa sendiri hanya demi kepentingan pribadi.7. Tidak semua orang jahat selamanya akan menjadi jahat.
8. Saling memaafkan akan menghapuskan segala dendam dan permusuhan.
9. Keserakahan akhirnya hanya akan menghancurkan diri sendiri.
10. Pemimpin yang arif adalah pemimpin yang menyayangi dan peduli terhadap rakyatnya.
11. Jangan menjadi pengkhianat bagi bangsa sendiri (musuh dalam selimut).
12. Jangan sampai kita dijajah di Negeri sendiri.
13. Doa dan usaha adalah kunci untuk sukses.
14. Semakin kita diatas / berkuasa hendaknya semakin rendah hati dan sopan kepada siapa saja.

Ringkasan cerita / Sinopsis :
Raja kota Hulu, yang merasa putrinya Ambun Suri sudah saatnya dicarikan seorang suami. Untuk itu dia mengundang para bangsawan di daerah sekitar kota Hulu ataupun dari daerah lainnya untuk mengadakan peruntungan memperebutkan putrinya itu. Namun ternyata para bangsawan itu, kecuali Sutan Muhammad Syah seorang raja serakah di kota Hilir yang berhasil melampaui perlombaan yang digelarkan, sehingga hanya dialah yang berhak melamar Putri Ambun Suri. Lamaran Raja Sutan Muhammad Syah yang sebenarnya sudah mempunyai istri dan merupakan seorang raja yang serakah itu dengan terpaksa harus diterima oleh Raja Kota Hulu.
Rupanya Putri Kemala Sari, istri Sutan Muhammad Syah merasa iri dengan Ambun Suri madunya itu, sehingga dia berniat mencelakakan Ambun Suri. Dalam suatu kesempatan niatnya itu dia laksanakan dengan baik. Putri Suri dicemplungkan ke sungai ke dalam sungai ketika putri itu mandi di sungai. Sehingga Putri Ambun Suri lenyap dibawa arus sungai dan tak tahu nasibnya lagi setelah itu.
Hilangnya Putri Ambun Suri itu ternyata membuat Ali Akbar, kakaknya Putri Ambun Suri marah besar setelah dia tahu bahwa yang mencelakakan adik yang sangat dia cintai itu adalah Putri Kemala Sari, istri tua Sutan Muhammad Syah itu. Akibatnya terjadilah perang antara kedua belah pihak, yaitu antara laskar pendukung Ali akbar dengan laskar pendukung Sutan Muhammad Syah. Cukup lama dan sengit pertempuran yang terjadi, namun karena Sutan Muhammad Syah mendapat bantuan dari kompeni maka pasukan Sutan Ali Akbar semakin lama semakin terdesak. Karena tak mampu melawan secara terbuka, kemudian Sutan Ali Akbar lari ke hutan dan melakukan perlawanan secara grilya. Sedangkan daerah Sutan Ali Akbar yang bergelar Raja Adil itu habis dibumihanguskan oleh laskar kompeni dan Sutan Muhammad Syah.
Kehadiran kompeni di daerah itu memang selalu mendapat reaksi negatif dari kebanyakan penduduk, karena kedatangan mereka disana dilihat dari tingkah lakunya tidak hanya sekedar berdagang akan tetapi ada maksud hendak menguasai perdagangan secara monopoli maupun menguasai tanahnya sekalian. Kaum kompeni itu selalu perlawanan sengit dari penduduk, terutama perlawanan dari para penduduk yang dipimpin oleh Sutan Ali Akbar yang sangat sulit untuk dikuasai oleh kompeni.
Dalam menumpas orang-orang atau rakyat yang tidak setuju dengan kehadiran kompeni-kompeni itu, maka kompeni selalu mencari dan minta bantuan pada raja-raja atau siapa saja dari rakyat yang bersedia bekerjasama dengan mereka. Nah dalam usahanya menumpas para pemberontak itu, kompeni tidak hanya dibantu oleh laskar Sutan Muhammad Syah tapi juga oleh seorang gagah berani yang bernama Sutan Malakewi. Sutan Malakewi ini ditugaskan oleh kompeni untuk menumpas kaum pemberontak yang berada didaerah Pauh. Berkat bantuan Sutan Malakewi, banyak kaum pemberontak yang hancur. Namun satu laskar pemberontak yang paling dia tumpaskan, yaitu laskar yang dipimpin oleh Raja Adil atau Sutan Ali Akbar. Malah dalam suatu pertempuran, pimpinan pasukan kompeni yang bernama Groenewegen hampi tewas digasak oleh Laskar Raja Adil, akan tetapi Groenewegen selamat ditolong oleh Sutan Malakewi. Namun sejak kecelakaan itu, Groenewegen terus mengalami sakit-sakitan hingga sampai meninggal dunia.
Gruys yang menggantikan Groenewegen ternyata tak becus dalam melawan perlawanan orang-orang pauh. Karena tak becus, dia kemudian di gantikan oleh Abraham Verspreet. Verspreet yang di Bantu oleh laskar-laskar yang dibawa dari Ambon dan Bugis itu dan bersama Sutan Malakewi menggempur para pemberontak habis-habisan.Namun perlawanan rakyat terus saja gigih. Malah Sutan Malakewi kalau tidak di selamatkan oleh laskar yang berasal dari Bugis hampir tewas. Dia hanya terluka saja. Dan adik Sutan Malakewi malah juga tertawan dan diculik oleh oarng-orang Raja Adil. Setelah Sutan Malakewi sembuh dari lukanya, Sutan Malakewi mencari adiknya dengan cara menyamar sebagai rakyat biasa kedalam tubuh laskar Raja Adil. Namun penyamarannya itu tak lama kemudian terbongkar. Sutan Malakewi tidak dicelakai oleh Raja Adil karena ternyata perempuan yang dia culik itu, yang sekarang dia telah jadikan istri itu, ternyata adik kandung Sutan Malakewi. Melihat kenyataan itu, rupanya Sutan Malakewi juga tidak bias berbuat apa-apa, karena musuh besarnya itu sekarang telah menjadi adik iparnya sendiri. Kemudian keduanya, karena sudah menjadi saudara saling melupakan permusuhan masa lalunya. Sutan Malakewi kemudian membawa Raja Adil dan Adnan Dewi adiknya itu ke kedua orang tuanya. Dan ternyata orang tua Sutan Malakewi menerima kedatangan mereka dengan sukacita. Tidak lama kemudian pesta penyambutan Raja Adil dan istrinya itu dilanjutkan pesta besar berikutnya, yaitu pesta perkawinan antara Sarayawa dengan Sutan Malakewi yang bergelar Hulubalang Raja itu.